Orang Sabar, Pasti Menang
Oleh
Fajar Andrianto
Saya
sedang berada di dalam mobil bersama keluarga saya untuk mengunjungi kakek dan
nenek di desa pada hari raya Idhul Fitri. Jalan yang saya lalui berhenti total.
Alasannya pun apalagi kalau bukan kemacetan. Ya namanya mudik lebaran,
dimana-mana pasti macet. Bagaimana tidak mau macet, 70% warga Jakarta yang
merupakan kaum perantauan mudik ke daerahnya masing-masing pada waktu bersamaan
.Waktu tempuhnya pun yang biasanya bisa ditempuh hanya dalam 15-16 jam,kini
bisa mencapai 30-40 jam.
Ketika
saya sedang menikmati kemacetan, saya melihat dari spion kanan mobil saya ada
mobil sedan yang berjalan perlahan melewati jalur yang berlawanan. Saya pun
hanya geleng-geleng dan menggumam dalam hati. "Itu mobil pecicilan banget,
nanti kalau ada kendaraan dari arah yang berlawanan baru tau rasa. Orang
semuanya mengantri,dia malah ingin buru-buru." Lalu mobil sedan itu
menyalip mobil saya. Saya pun hanya melihatnya dan membayangkan apa yang akan
terjadi pada mobil sedan itu.
Tak
beberapa lama kemudian, kemacetan pun terurai sedikit demi sedikit, namun saya
tidak bisa memacu kendaraan saya. Semua kendaraan hanya bisa berjalan perlahan
dan merayap.
Ketika
kira-kira saya berjalan 500 meter,saya melihat mobil sedan yang menyalip saya
tadi sedang berhenti di arah yang berlawanan. Mobil sedan itu terjebak dan tidak
bisa berjalan karena berhadapan dengan bus yang melaju dari arah berlawanan. Bus
itu juga tidak bisa berjalan karena terhadang oleh satu mobil, yaitu mobil
sedan tadi.
Akibat
mobil sedan yang berhenti di jalur yang berlawanan itu, terjadi kemacetan
panjang pada lalu lintas arah berlawanan yang menuju arah jakarta. Saya pun
tertawa kocak. Sopir bus itu turun dan memarahi pengemudi mobil sedan itu. Sopir
mobil sedan itu terlihat hanya terdiam sambil mencari jalan untuk kembali ke
jalur yang benar. Namun tidak ada satu pengemudi yang memberinya jalan.
Kendaraan
saya tetap berjalan merayap mengikuti mobil-mobil yang ada di depan.Akhirnya
saya tiba di samping mobil sedan itu.Namun tiba-tiba saya terkejut. Mobil sedan
itu seketika memotong jalur di depan mobil saya. Karena kaget saya mengerem
mendadak dan membunyikan klakson. Saya tidak ingin memberinya jalan begitu
saja. Saya berusaha mempertahankan posisi mobil saya agar mobil sedan itu tidak
bisa memotong jalur saya.
Akhirnya
mobil sedan itu tidak bisa memotong jalur saya.Setelah sampai didepan mobil itu
saya membuka kaca jendela mobil saya dan berkata kepada pengemudi sedan
itu."Sabar broo,kalo mau cepet ngantri." Saya melihat sopir mobil itu
jengkel pada saya.Dalam benak saya, saya berkata "Kasihan sekali sopir
itu,sudah dimarahi sopir bus ditambah lagi dengan tidak ada pengemudi yang
memberinya jalan." Sayapun melanjutkan perjalanan dan meninggalkan jauh mobil sedan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar