Kamis, 24 Oktober 2013

PENGALAMAN MUDIK




Orang Sabar, Pasti Menang
Oleh Fajar Andrianto
            Saya sedang berada di dalam mobil bersama keluarga saya untuk mengunjungi kakek dan nenek di desa pada hari raya Idhul Fitri. Jalan yang saya lalui berhenti total. Alasannya pun apalagi kalau bukan kemacetan. Ya namanya mudik lebaran, dimana-mana pasti macet. Bagaimana tidak mau macet, 70% warga Jakarta yang merupakan kaum perantauan mudik ke daerahnya masing-masing pada waktu bersamaan .Waktu tempuhnya pun yang biasanya bisa ditempuh hanya dalam 15-16 jam,kini bisa mencapai 30-40 jam.
            Ketika saya sedang menikmati kemacetan, saya melihat dari spion kanan mobil saya ada mobil sedan yang berjalan perlahan melewati jalur yang berlawanan. Saya pun hanya geleng-geleng dan menggumam dalam hati. "Itu mobil pecicilan banget, nanti kalau ada kendaraan dari arah yang berlawanan baru tau rasa. Orang semuanya mengantri,dia malah ingin buru-buru." Lalu mobil sedan itu menyalip mobil saya. Saya pun hanya melihatnya dan membayangkan apa yang akan terjadi pada mobil sedan itu.
            Tak beberapa lama kemudian, kemacetan pun terurai sedikit demi sedikit, namun saya tidak bisa memacu kendaraan saya. Semua kendaraan hanya bisa berjalan perlahan dan merayap.
            Ketika kira-kira saya berjalan 500 meter,saya melihat mobil sedan yang menyalip saya tadi sedang berhenti di arah yang berlawanan. Mobil sedan itu terjebak dan tidak bisa berjalan karena berhadapan dengan bus yang melaju dari arah berlawanan. Bus itu juga tidak bisa berjalan karena terhadang oleh satu mobil, yaitu mobil sedan tadi.
            Akibat mobil sedan yang berhenti di jalur yang berlawanan itu, terjadi kemacetan panjang pada lalu lintas arah berlawanan yang menuju arah jakarta. Saya pun tertawa kocak. Sopir bus itu turun dan memarahi pengemudi mobil sedan itu. Sopir mobil sedan itu terlihat hanya terdiam sambil mencari jalan untuk kembali ke jalur yang benar. Namun tidak ada satu pengemudi  yang memberinya jalan.
            Kendaraan saya tetap berjalan merayap mengikuti mobil-mobil yang ada di depan.Akhirnya saya tiba di samping mobil sedan itu.Namun tiba-tiba saya terkejut. Mobil sedan itu seketika memotong jalur di depan mobil saya. Karena kaget saya mengerem mendadak dan membunyikan klakson. Saya tidak ingin memberinya jalan begitu saja. Saya berusaha mempertahankan posisi mobil saya agar mobil sedan itu tidak bisa memotong jalur saya.
            Akhirnya mobil sedan itu tidak bisa memotong jalur saya.Setelah sampai didepan mobil itu saya membuka kaca jendela mobil saya dan berkata kepada pengemudi sedan itu."Sabar broo,kalo mau cepet ngantri." Saya melihat sopir mobil itu jengkel pada saya.Dalam benak saya, saya berkata "Kasihan sekali sopir itu,sudah dimarahi sopir bus ditambah lagi dengan tidak ada pengemudi yang memberinya jalan." Sayapun melanjutkan perjalanan dan  meninggalkan jauh mobil sedan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar